Dassault Aviation mengalami awal tahun 2023 yang lambat dengan buku pesanannya hampir kosong. Kini mereka  berharap pada dua pesanan termasuk dari Indonesia.

Pembuat pesawat Prancis itu berharap bbisa mengantongi pesanan potensial untuk 100 unit. Mereka  termasuk pesanan dari Angkatan Laut India untuk Rafale M dan dari Angkatan Udara Indonesia untuk pesanan lanjutan 18 jet tempur lagi.

Perusahaan juga menyalahkan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung karena memicu krisis di pasar penerbangan. Selain itu juge menyebut perlambatan ekonomi telah mengurangi permintaan jet bisnis.

Paruh pertama tahun 2023 Dassault tidak ada pesanan jet tempur Rafale. Namun pabrikan pesawat Prancis itu masih memiliki tujuan yang dapat diterjemahkan di paruh kedua.

Surat kabar  Prancis La Tribune melaporkan yang terbaik belum datang untuk Dassault Aviation pada tahun 2023.  Mereka hanya mendapat 12 pesanan jet tempur Falcon dibandingkan dengan 41 pada paruh pertama tahun 2022.

Laporan keuangan tengah tahun Dassault Aviation melukiskan gambaran yang suram. Pada paruh pertama 2023, pembuat pesawat Prancis itu mendapat pesanan 1,68 miliar euro. Jauh jika  dibandingkan paruh pertama 2022 yang mencapai 16,29 miliar euro.

Selama enam bulan pertama tahun 2023, Dassault Aviation hanya mengirimkan empat Rafale baru yakni  dua untuk Yunani dan dua untuk militer Prancis. Sementara pada paruh pertama 2022 mereka bisa mengirimkan tujuh jet tempur. Selain itu empat Rafale bekas diekspor ke Athena.

Untuk informasi selengkapnya simak tayangan berikut:

Bagikan:

Ahmad Darowi

militer.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *