di Lokasi Banjir, Prajurit Marinir Yonmarhanlan XII Langsung Jalankan Aksi Kemanusiaan

  • Whatsapp

 

Bacaan Lainnya

PARADIGMAINDONESIA – Tidak menunggu waktu lama, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan dan Penanganan Bencana Banjir, Prajurit “Jaguar Yudha Khatulistiwa” Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XII Pontianak bersama para relawan dan unsur TNI – Polri, saat tiba di lokasi banjir langsung melaksanakan aksi kemanusiaan di Desa Dayung Lesa Bela Lomba Karya Kec. Ledo Sungai, Bengkayang – Kalimantan Barat, Jum’at (05/02/2021).

 

Dengan sigap Prajurit Yonmarhanlan XII yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) penanganan bencana alam banjir bersama dengan organisasi kepemudaan serta berbagai elemen masyarakat dan perangkat daerah, relawan juga unsur TNI Polri setempat yang tergabung dalam misi kemanusiaan langsung berjibaku untuk melakukan aksi sosial dengan menyusuri tempat – tempat yang terdampak banjir.

 

Aksi kemanusiaan yang ditunjukkan kali ini dengan memberikan bahan kebutuhan pokok kepada warga masyarakat yang terdampak langsung serta melakukan pemetaan lokasi rawan banjir serta pendataan terhadap warga masyarakat yang mengalami keluhan permasalahan kesehatan serta pendataan kerusakan sarana prasarana umum.

 

Berbekal perahu karet, Prajurit Marinir tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai upaya menjaga paparan dan penularan virus Corona dalam mengemban misi kemanusiaan ini. Dalam kesempatan itu Prajurit Yonmarharlan XII selalu berkoordinasi dengan perangkat Desa setempat dan relawan dalam melakukan aksi kemanusiaan penanganan banjir sehingga diharapkan bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran serta warga yang berada dalam keterbatasan ditengah situasi banjir akan mendapatkan pertolongan dengan segera.

 

Sementara itu, Danyonmarhanlan XII Mayor Marinir Anton Koerniawan, M.Tr.Opsla., melalui Danru Satgas Banjir Serda Mar Dika Akmal menuturkan, “Pagi ini, kami menyusuri titik-titik paling terdampak banjir di Kecamatan Ledo, Bengkayang. Kita turun dengan perahu karet agar bisa masuk ke daerah-daerah yang tidak bisa dilewati kendaraan darat,” jelasnya.(penpasmar1/ytn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *