Meskipun puluhan miliar dolar Amerika  dikucurkan ke Ukraina untuk senjata dan pelatihan oleh Amerika dan sekutunya, kemajuan dalam serangan balasan terbatas. Ini memaksa Kyiv harus kembali mengubah taktiknya.

The New York Times pada  Rabu 2 Juli 2023 melaporkan bahwa komandan militer Ukraina sekarang berfokus untuk melemahkan pasukan Rusia. Mereka mengandalkan  artileri dan rudal jarak jauh daripada terjun ke ladang ranjau di bawah tembakan.

Perubahan ini  terjadi ketika gelombang pasukan sedang berlangsung di selatan negara itu. Dengan gelombang kedua pasukan terlatih Barat meluncurkan sebagian besar serangan skala kecil untuk menembus garis pertahanan Rusia.

Hasilnya belum terlihat jelas.  Meski pasukan Ukraina disebut telah merebut kembali beberapa desa, mereka belum mendapatkan keuntungan besar. Pelatihan rumit dalam manuver Barat telah memberikan sedikit pelipur lara kepada Ukraina dalam menghadapi rentetan rentetan artileri Rusia.

Perubahan taktis adalah sinyal yang jelas bahwa harapan NATO untuk kemajuan besar yang dibuat oleh formasi Ukraina telah gagal terwujud. Setidaknya untuk saat ini. Padahal  Ukraina telah  dilengkapi dengan senjata baru, pelatihan baru, dan suntikan amunisi artileri.

New Yorks Times menyebut situasi di medan perang menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pelatihan yang diterima Ukraina dari Barat. Dan  tentang apakah senjata senilai puluhan miliar dolar, termasuk senilai hampir US$44 miliar dari pemerintahan Biden, telah berhasil mengubah militer Ukraina menjadi kekuatan tempur standar NATO.

Simak informasi selengkapnya dalam tayangan berikut:

Bagikan:

Ahmad Darowi

militer.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *