Ingat!!!!! Pandemi belum selesai, Prokes adalah amunisi tertinggi, Tracing terus dilakukan Koramil Rungkut

  • Whatsapp

Surabaya – Pandemi Covid-19 belum selesai, meskipun telah lelah namun bukan berarti harus menyerah, kalimat ini mungkin tepat bagi para pejuang baik relawan Percepatan Penanganan Covid-19 maupun dinas dan institusi terkait. Terbukti hingga saat ini masih saja ada yang terpapar Covid-19 setiap harinya masih ada korban meninggal akibat terserang virus ini yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit bawaan.

Bacaan Lainnya

Selain itu telah terdeksi pula bahwa tidak sedikit saat ini yang terserang Positif Covid-19 dengan tanpa gejala yang biasa disebut OTG dari hasil Tracing yang dilakukan oleh 3 Pilar tingkat Kelurahan, seperti laporan Babinsa Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya, Serda Kanthi pada hari Jumat tanggal 20 November 2020 pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai selesai telah dilaksanakan tracing dan bloking pasien confirmasi covid 19. Kronologis Kasus,
Sejak satu tahun yg lalu pasien tidak tinggal di Medayu Utara X-14A karena rumahnya dibangun, pasien pindah ke Apartment East Coast Surabaya. Dalam 2 bulan ini pasien tidak pernah mengunjungi keluarganya yg di Medayu Utara X-14A. Pada tanggal 02 November 2020 pasien berpergian dengan calon suami nya ke Malang, Tanggal 06 November 2020 pasien ada keluhan indra penciuman hilang, Tanggal 08 November 2020 pasien periksa Swab di RS Premier Tanggal 09 November 2020 hasil swab keluar Positif.

Hasil Tracing yang dipimpin oleh, Lurah Medokan Ayu, Ahamad Yardo Wifaqo,S.AP., M.AP, bersama Babinsa dan, Kasatgas Linmas, Uji Siswanto beserta tim mendapatkan kondisi pasien saat ini sudah tidak ada keluhan Pasien telah dipantau oleh dr. Doni dari satgas covid Polda Surabaya dan diberikan obat Azitromycin, becom-c, santa E
Sejak tgl 18 November 2020 masa isoman telah selesei dan pasien dinyatakan sembuh.

Virus corona termasuk dalam keluarga coronaviridae yang bisa menyebabkan penyakit pada mamalia dan burung. Virus corona dapat beredar di antara kelelawar. Jika feses kelelawar jatuh pada buah, kemudian buah tersebut dimakan oleh musang, maka musang tersebut juga menjadi pembawa virus corona. Namun, beberapa jurnal kesehatan yang dikutip Business Insider menyebutkan, virus corona juga bisa ditemukan di ular kobra.

Fakta seputar virus corona yang perlu kamu tahu, virus ini dinamakan corona karena bentuknya yang menyerupai mahkota. Jika virus ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka ia menyerang sistem pernafasan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, virus corona memiliki masa inkubasi dua hari hingga dua minggu. Itu sebabnya, jika ada seseorang dicurigai terinfeksi virus corona, sebaiknya pasien tersebut segera diobservasi dan dikarantina. Karena virus jenis ini belum pernah ditemukan di antara manusia sebelumnya. (mm05|red)

Bagikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *