Ketum Hipakad soal Bursa Calon Panglima TNI: Pak Andika Baik, Matra Lain Juga Baik

  • Whatsapp
Ketum Hipakad soal Bursa Calon Panglima TNI
Ketum Hipakad soal Bursa Calon Panglima TNI

Berita Militer, Jakarta – Bursa Calon Panglima TNI, Ketum Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Hariara Tambunan mengomentari momen menjelang pergantian Panglima TNI. Hariara menyebutkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa maupun kepala staf matra lainnya adalah calon-calon yang baik.

“Saya serahkan kepada Bapak Presiden (Joko Widodo) selaku Panglima Tertinggi di RI ini. Kami sepakat hanya menilai siapa yang terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata Hariara seusai Rakernas Hipakad 2021 di di gedung PPAD, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Sosok Pak Andika baik. Dan sosok matra lain juga baik. Kita tidak bisa sampaikan (calon Panglima TNI yang didukung Hipakad) itu di sini. Itu adalah kewenangan Bapak Presiden. Hak prerogatif Pak Presiden. Kita yang penting di sini adalah kegiatan menjaga marwah orang tua kita,” sambung Hariara.

Sementara itu, terkait rakernis sendiri, Ketua Umum (Ketum) PP PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menyebut Pancasila kini hanya simbol. Alasannya, pengambilan keputusan sudah tidak diambil secara musyawarah, melainkan voting.

Bursa Calon Panglima TNI

“Kalau pengambilan keputusan dalam demokrasi Pancasila itu musyawarah mufakat yang dikedepankan. Ini kan tidak, voting. Suara terbesar itu yang menang. Jadi Pancasila hanya simbol. Praktiknya tidak,” ujar Kiki.

“Pancasila-nya sih masih tetap di situ. Tapi jadi hiasan saja. Kalau Pancasila kan demokrasi Pancasila itu demokrasi perwakilan. Sekarang kita tidak lagi demokrasi perwakilan, one man one vote. Entah milik presiden, gubernur, bupati, anggota DPR, semua one man one vote,” tuturnya.

Selain itu, Kiki membahas betapa pentingnya saling bersinergi dalam penanggulangan COVID-19 di Indonesia. Dia berharap Hipakad bisa lebih dewasa dengan mengulurkan tangan terlebih dahulu ke ‘Hipakad’ lainnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, yang turut hadir dalam acara ini, memamerkan neraca perdagangan Indonesia yang surplus, meski di masa pandemi COVID-19. Jerry menyebut ekspor Indonesia masih di atas jumlah impor.

“Di tengah masa pandemi, ternyata Indonesia bisa mencetak neraca perdagangan yang surplus senilai USD 14,42 miliar. Tentu ini adalah hal yang patut disyukuri. Artinya, nilai ekspor lebih besar daripada impor. Jadi, kalau ada yang bilang Indonesia ini ekspor kurang, saya sampaikan bahwa Indonesia mencapai angka surplus. Itu fakta, data, kredibel, valid. Itu data BPS. Data independen. Ini konkret, ini riil,” ucap Jerry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *