Satlat-2/Hiu Latsitardanus XLI Bersihkan Taman Makam Pahlawan Syuhada Kota Binjai

  • Whatsapp

Binjai – Untuk menghormati dan melestarikan sejarah bangsa, Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang tergabung dalam Satlat-2/Hiu Latsitardanus XLI tahun 2021 melaksanakan karya bhakti dengan membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Syuhada, Kota Binjai, Sumatra Utara, Selasa (13/4).

Bacaan Lainnya

Karya bhakti tersebut dilakukan bersama dengan masyarakat sekitar lokasi TMP Syuhada. Menurut pengurus TMP Syuhada, Julkifli (56) yang sudah bekerja selama 22 tahun dilokasi TMP, pemakaman disini terbagi dari tiga bagian, antara lain Pahlawan Syuhada, Pahlawan Pejuang-45 dan Pahlawan Tak Dikenal.

Kisah kelam sempat diceritakan Pak Jul –sapaan akrab penjaga TMP Syuhada ini- mulai dari jaman penjajahan Belanda. Menurutnya, banyak jenazah pejuang yang gugur diselokan dan dikubur jadi satu liang oleh Belanda, hingga akhirnya setelah sekitar tahun 1947, para jenazah Pahlawan Tak di Kenal tersebut dimakamkan dengan layak di TMP ini.

“Di Monumen TMP Syuhada hingga tahun 1993, tercatat sedikitnya 668 pahlawan yang telah dimakamkan disini,” terang Jul.

Sementara itu Komandan Satuan Latihan (Dansatlat)-2/Hiu, Mayor Marinir R. Manurung M.Tr.Opsla. mengatakan, untuk menggenang dan menghargai perjuangan para pahlawan tersebut, para Taruna dan mahasiswa yang tergabung dalam Satlat-2/Hiu melaksanakan pembersihan sekitar makam, monumen dan prasasti daftar nama pahlawan.

Selain itu, para peserta Latsitardanus juga melaksanakan perawatan TMP dengan pengecatan pintu pagar masuk, reling, hiasan makam serta tugu yang berbentuk bambu runcing yang tepat berada di tengah makam pahlawan tersebut.

Kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan oleh para Taruna dan Mahasiswa ini lanjutnya, memiliki maksud agar generasi muda bisa mengenal, menghargai bahkan melestarikan sejarah bangsa serta untuk memupuk jiwa patriotisme dan rasa cinta tanah air.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawannya, seperti yang penah dikatakan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

(Arif|bagpen AAL)

Bagikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *