KRI Cut Nyak Dien bekas dari Jerman Timur yang berusia lebih dari 30 tahun. Foto: wikipedia

Sebanyak sembilan kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang sudah tua milik TNI Angkatan Laut akan menjalani peremajaan atau refurbishment agar layak lagi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut, peremajaan sembilan KRI ini akan dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Kapal-kapal yang berumur tua di-refurbishment, artinya di-repowering, ganti mesinnya, ganti badan kapalnya, ganti sewaco-nya,” kata Yudo di Markas Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), Jakarta, Senin (5/12/2022), seperti dikutip dari kompas.com

Seluruh proses peremajaan ini akan dilakukan oleh Kementrian Pertahanan Indonesia dengan tujuan bisa meningkatkan usia pakai dan mengembalikan daya gentar dan gempurnya.

Diantara kapal perang yang akan menjalani peremajaan adalah KRI kelas Parchim, Frosch, dan Fast Patrol Boat (FPB) yang rata-rata berusia di atas 30 tahun. Selain itu, KRI Teluk Amboina-503 yang sudah berusia 40.

Yudo mengatakan, peremajaan ini pada dasarnya menyasar KRI yang sudah berusia tua dan kondisi teknis kapal sudah berada pada ambang rendah.

Bagikan:

Ahmad Darowi

militer.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *