Simulasi Pilwali Surabaya dalam masa Pandemi di Gununganyar bersama TNI-POLRI

  • Whatsapp

Surabaya – hari Jum’at tanggal 19 November 2020 dimulai pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai bertempat di lapangan Perumahan Rungkut Mapan Barat RW08 Kel. Rungkut Tengah Kec. Gunung Anyar Kota Surabaya telah dilaksanakan Geladi bersih Simulasi Pilwalikota dan Pilwawalikota Surabaya, mengacu program pemerintah tentang Pilkada secara serentak pada 9 Desember 2020 secara Nasional dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 guna mencegah penyebaran COVID-19.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gunung Anyar, Maria Agustin Yuristina, S.STP, M.Si, Danramil 0831/05 Rungkut, Mayor Chb Suprianto, Kapolsek Rungkut, AKP Hendry Ibnu Indarto, SH, SIK, Kasitrantib Kec. Gunung Anyar, Sekkel Rungkut tengah, Ketua PPK kec Gununganyar, Ketua Panwaslu Kel Rungkut tengah, Ketua RW 08 beserta Ketua RT.01 s.d Ketua RT.10, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama setempat. Kegiatan berlangsung dengan diikuti sesion demi sesion hingga dapat dipahami dalam persiapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya pada 9 Desember 2020 yang tinggal beberapa Minggu kedepan .

Kegiatan simulasi tersebut merupakan sarana uji coba penerapan aturan pemungutan suara yang tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020. Simulasi dilakukan sesuai dengan kondisi riil saat pemungutan suara, salah satunya jumlah pemilih dalam satu TPS sebanyak 500 orang yang akan menggunakan hak pilih mulai 07.00 s/d 13.00 WIB. Jumlah kursi untuk pemilih di dalam TPS disediakan secara terbatas menyesuaikan dengan luasan TPS. Pada pintu masuk dan keluar TPS disediakan tempat cuci tangan. Selain itu, disediakan juga bilik khusus di luar area TPS yang digunakan untuk melayani pemilih dengan suhu tubuh di atas 37,3 derajat.

Untuk keselamatan dan kesehatan para pihak yang terlibat, maka pemilih, saksi pasangan calon, pengawas wajib menggunakan masker. Sedangkan untuk KPPS, selain menggunakan masker, KPPS juga dilengkapi dengan face shield dan sarung tangan, serta baju hazmat apabila diperlukan. Secara berkala petugas akan menyemprot area TPS dengan cairan disinfektan. Pelaksanaan simulasi juga bertujuan untuk dapat mengenali permasalahan atau kendala serta tantangan pada saat pemungutan suara berlangsung. Sehingga, antisipasi atau kebijakan pencegahan dapat disusun sejak dini agar tahapan pemungutan suara sejalan dengan penerapan protokol Covid-19. (mm05|red)

Bagikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *