Taruna AAL Tingkat IV Korps Suplai Praktek PUS/PUT

  • Whatsapp

Surabaya, militer.org  –  Sebanyak 12 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan ke-66 Korps Suplai yang tengah menjalani Latihan Praktek (Lattek) Magang di KRI jajaran Komando Armada Il melaksanakan praktek PUS/PUT di masing-masing KRI tempatnya magang, Jum’at (12/3).

Menurut Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Lattek Magang KRI, Mayor Laut (P) Pungki Kurniawan, M.Tr.Opsla. mengatakan pada latihan praktek Permintaan Untuk Serah (PUS) dan Permintaan Untuk Terima (PUT) Barang kali ini, para Taruna melaksanakan beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dengan didampingi oleh para Kepala Departemen Logistik masing- masing KRI.

Bacaan Lainnya

“Latihan praktek PUS/PUT ini sangat berguna bagi Taruna untuk menambah bekal pengetahuan dan pemahaman tentang logistik perbekalan di kapal perang,” terang Palaklat.

Alur prosedur pelaksanaan PUS/PUT ini lanjutnya, para Taruna mengawalinya dengan membuat surat permohonan ke Satuan Kapal untuk permintaan barang-barang perbekalan bahwa stok di gudang KRI tinggal sedikit, kemudian dari Satuan, surat akan diajukan ke Disharkap Koarmada II untuk selanjutkan diteruskan ke Dopusbektim.

Setelah surat diajukan ke Dopusbektim, kemudian Taruna mengecek ketersediaan barang tersebut di Gudang Dopus serta menyesuaian stok barang tersebut dengan surat PUS/PUT yang diajukan dari KRI, apabila sudah dilakukan pengecekan fisik, kemudian barang di bawa ke kapal.

Setelah barang tiba di kapal, akan dilaksanakan pengecekan kembali oleh Provost KRI untuk memastikan bahwa barang tersebut selama dalam perjalanan dalam kondisi aman dan jumlahnya sesuai dengan surat jalan dari Dopusbektim. Setelah melalui pemeriksaan Provost KRI, barang dimasukan ke dalam gudang KRI dan dicatat dalam buku inventaris kapal.

“Kegiatan latihan praktek ini penting untuk dipahami bagi seluruh Taruna, bukan hanya Taruna Korps Suplai namun bagi seluruh Korps, baik Korps Teknik, Elektronika termasuk Korps Pelaut yang nantinya disiapkan sebagai pengawak dan pengambil keputusan di KRI,” pungkasnya.(aal/wan/yat)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *