Tiga Hari Sandar Di Tarakan, Taruna AAL Satlat Prajalasesya Bertolak Kembali Surabaya

  • Whatsapp

Tarakan – Setelah tiga hari sandar di kota Tarakan, Kalimantan Utara, Satuan Latihan (Satlat) Prajalasesya Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat l Angkatan ke-69 kembali bertolak menuju Pangkalan Surabaya dengan menggunakan KRI Surabaya-591 dan KRI Dewaruci, Kamis (25/3).

Bacaan Lainnya

Keberangkatan Satlat Prajalasesya 2021 dengan KRI Surabaya-591 dan KRI Dewaruci dari Dermaga Mamburungan, Lantamal Xlll Tarakan ini, dilepas Komandan Lantamal XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto, S.E., M.Si. didampingi Ketua Korcab XIII Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Puti Haris Bima, para Asisten Danlantamal XIII, para Kasatker Lantamal XIII, Pengurus Inti Korcab XIII DJA II dan Tim Merplugh Lantamal XIII.

Menurut Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat) Prajalasesya, Mayor Laut (P) Bagus Waluya mengatakan selama sandar di Tarakan, para Taruna telah melaksanakan beberapa agenda kegiatan diantaranya melaksanakan courtesy call ke jajaran Forkompimda, city tour dan wisata juang ke beberapa museum perjuangan serta cocktail party dengan pejabat dan prajurit Lantamal XIII/Tarakan.

“Kegiatan pelayaran perdana bagi Taruna Tingkat I ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka dalam bidang diplomasi sejak dini dan mengetahui karakter daerah dan kearifan lokal di wilayah strategis Indonesia, selain itu pelayaran Prajalasesya ini juga sebagai salah satu unsur penilaian dalam sidang penentuan Korps yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di lembaga AAL”, terangnya.

Pada etape kedua menuju Pangkalan Surabaya ini lanjut Bagus, Taruna peserta pelayaran Prajalasesya ini mengalami rotasi. Taruna Tingkat l yang ketika berangkat dari Surabaya menuju Tarakan menggunakan KRI Dewaruci, pada pelayaran etape kedua ini akan dipindah ke KRI Surabaya-591, begitu juga sebaliknya yang etape pertama menggunakan KRI Surabaya-591 beralih onboard di KRI Dewaruci.

“Dengan adanya rotasi ini, diharapkan 130 Taruna AAL Tingkat l ini, dipelayaran perdananya bisa menimba pengalaman, merasakan dan berlatih mengarungi samudera dengan kapal latih layar tiang tinggi sekelas KRI Dewaruci, sehingga diharapkan tempaan ini akan menguatkan karakter sebagai calon perwira matra laut, ” ungkapnya.

(Arif|bagpen AAL)

Bagikan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *